|
Serba Serbi HUT Sawahlunto |
|
Written by Rizal F. Daniel
|
|
Tuesday, 02 December 2008 |
|
MAKAN BAJAMBA DALAM RANGKA HUT SAWAHLUNTO KE 120 FESTIVAL RAKYAT YANG MULTI ETNIS
Sawahlunto. Semarak peringatan hari jadi kota Sawahlunto ke 120, yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2008, terasa sangat berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat saat dilaksanakannya acara puncak peringatan dengan Makan Bajamba. Peserta Makan Bajamba ini, selain diikuti oleh Ninik Mamak dan Bundo Kandung dari 10 Nagari di Sawahlunto, juga diikuti oleh masyarakat kota yang berasal dari suku Jawa, Sunda, Batak, China dan daerah lainnya di Indonesia. Disamping itu, utusan dari Malaysia dan Singapura, serta Ketua Gebu Minang Asril Hamzah Tanjung ikut pula menikmati makan bajamba yang dilaksanakan di sepanjang jalan pasar remaja Sawahlunto. |
|
Last Updated ( Tuesday, 02 December 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Silungkang di Majalah Bobo |
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 28 November 2008 |
|

Sumber : Majalah Bobo
Pengirim : Pak Epang |
|
Last Updated ( Friday, 28 November 2008 )
|
|
|
`Mengatasi Krisis` Hubungan antara Penenun Silungkang dan Elite Melayu Negeri Sembilan Pasca Krisis |
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 25 November 2008 |
Pendahuluan
Tujuan makalah ini adalah mencoba untuk melihat hubungan yang terjadi antara para penenun Silungkang dan kelompok elit Melayu Negeri Sembilan. Berangkat dari krisis ekonomi regional pada tahun 1997, hubungan yang terjadi antara dua kelompok masyarakat tersebut berkembang baik sekali dengan terjadinya intensitas migrasi antara dua kawasan, Silungkang di Sumatra Barat dan Seremban di Negeri Sembilan.
Nagari Silungkang di Sumatra Barat, terletak sekitar 140 kilometer dari Padang, ibukota Provinsi Sumatra Barat, dan sangat dikenal sebagai kampung tenun. Secara ekologi, Nagari Silungkang merupakan sebuah kawasan yang dikelilingi oleh perbukitan yang berbatu dan kering, sehingga daerah persawahan tidak mampu mencukupi kebutuhan dasar mereka. Disebabkan sempitnya lahan, hampir semua penduduk Silungkang bergantung pada sektor non-pertanian untuk mencukupi kehidupan mereka. Pada umumnya mereka bermatapencaharian sebagai pengrajin, penenun dan pedagang, tambahan pula dengan sifat merantau orang Silungkang, sebagaimana umumnya orang Minangkabau, sangat tinggi, salah satunya ditunjukkan dalam makalah ini dengan intensitas para penenun dan pengusaha songket ke Negeri Sembilan, Malaysia, pasca krisis ekonomi 1997. Baca lebih lanjut, klik di sini |
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 33 - 36 of 196 |