|
Bersama ini kami kirimkan data terakhir mengenai data korban dan sumbangan pada Posko Bencana PKS Padang per hari Selasa 13 Okt 09 jan 16.00 WIB.
Pada kesempatan ini kami juga perlu menjelaskan beberapa pertanyaan agar tidak timbul persepsi yang menyesatkan nantinya :
* Kenapa ruko si "X" dan usaha si "Y" dan yang lainnya dimasukkan juga ke dalam data korban. Mereka itukan orang yang "berkecukupan" untuk mengatasinya sendiri ? (Pertanyaan ini kami terima dari beberapa warga Silungkang perantauan melalui para relawan Posko Bencana PKS Padang via telpon) * Jawabannya : Posko Bencana PKS Padang berkewajiban mendata semua warga PKS Padang yang ikut jadi korban pada bencana yang terjadi tanggal 30 September 0 kemaren ini. Posko juga berkewajiban menginformasikannya kepada semua warga Silungkang yang ada. Usaha ini sudah kami lakukan dengan memasukkannya melalui millis dan juga dengan mengirimkan printout data secara langsung. Maksud kami memasukkan data ini bukanlah untuk menjadikan mereka sebagai orang yang perlu dibantu secara langsung, tapi adalah informasi bagi semua yang bisa membacanya. Mereka-mereka itu justru yang berinisiatif agar PKS Padang mendirikan posko untuk mendata warga PKS Padang yang jadi korban. Mereka-mereka itu pulalah yang pertama mengucurkan sumbangan ke posko, walaupun mereka adalah korban materil yang lebih parah. Biaya-biaya posko yang timbul di posko semua mereka tanggung secara bersama. Semua mahasiswa Silungkang yang jadi relawan untuk mencatat serta mengumpulkan data, mereka berikan uang saku untuk ongkos serta makannya ditanggung selama mereka berkiprah di posko.
* Ada beberapa perrtanyaan dari beberapa warga PKS Padang yang mempertanyakan kenapa rumah mereka yang juga rusak tidak dimasukkan ke dalam data korban.
* Jawabannya : Posko Bencana PKS Padang baru bisa mencatat dan mengunjungi warga PKS Padang yang sudah terdaftar sebagai warga PKS Padang berdasarkan database warga yang ada pada pengurus PKS Padang. Beberapa warga yang tdk tercatat tersebut kebanyakan disebabkan yang bersangkutan tidak pernah mendaftarkan diri kepada pengurus PKS Padang, serta tidak pernah hadir pada acara-acara yang diadakan oleh PKS Padang, baik acara pertemuan maupun takziah dan lain-lainnya sehingga pengurus PKS Padang juga tidak mengetahui keberadaan mereka di Padang. Beberapa warga yang walaupun selama ini tidak pernah tercatat, namun ada informasi yang diterima secara berantai oleh pengurus PKS Padang, pengurus langsung mencatat nama namun diantaranya tidak disertai dengan no telpon dan alamat yang jelas, sehingga pengurus juga sulit untuk menghubunginya. Beberapa data yang kami sebarkan ini justru selama ini warga tersebut belum terdaftar dan tidak pernah hadir pada acara-acara PKS Padang, namun beberapa relawan mengetahui keberadaan mereka di Padang sehingga kami bisa memasukkannya ke dalam data korban serta memasukkannya ke dalam database warga PKS Padang. Kami sangat berharap seandainya ada warga yang belum terpantau oleh pengurus, mohon kiranya dapat mendaftarkan diri serta memberikan data-data keluarga mereka ke pengurus PKS Padang.
* Ada pertanyaan dari warga yang baru mendafatar "Saya punya suami / istri orang bukan Silungkang, boleh ndak jadi warga PKS Padang ...?"
* Jawabannya : Walaupun pertanyaan ini sedikit menggelitik, untuk jelasnya kami akan jawab bahwa yang disebut warga PKS Padang adalah Orang Silungkang yang merantau ke Padang serta berdomisili di Padang termasuk suami atau istrinya bahkan juga mertuanya yang bukan orang Silungkang yang ikut tinggal bersamanya. Yang dikatakan orang Silungkang juga bukan hanya Silungkang Oso, Duo dan Tigo, tapi semua warga dari KENAGORIAN SILUNGKANG yang dulu.
Demikian kami informasikan, terima kasih.
Untuk 2 file yang dikirimkan via
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
berbentuk Excel. Jika ada yang membutuhkan data-data tersebut, silahkan menghubungi
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Terima kasih :)
Sumber berita dari Melfa Saukani
|